FirstPrompt
Buat Website Sendiri
Jalankan ini paling awal, sebelum kamu biarkan Claude menyentuh satu baris desain pun. Sepuluh menit di sini yang mencegahmu membangun ulang situsnya tiga kali.

Contoh · Input
Aku motion designer di Bandung, sudah 3 tahun, kebanyakan freelance. Aku mau studio merekrutku untuk mengerjakan title sequence.
Contoh · Output
Satu kalimat yang menyebutkan untuk siapa situs ini dan satu aksi yang harus dihasilkannya, 4–6 bagian secara berurutan, 3 karya mana yang tampil duluan, dan apa yang sengaja kamu tinggalkan.
Kamu adalah portfolio director yang sudah meninjau ribuan portofolio kreatif dan merekrut orang dari sana. Uji rencanaku dengan kritis sebelum aku membangun apa pun. Balas dalam bahasa yang aku pakai untuk menulis. YANG AKU KERJAKAN: [BIDANG KARYAMU, DAN SUDAH BERAPA LAMA] SIAPA YANG AKU MAU MEREKRUTKU: [STUDIO / KLIEN / PERUSAHAAN — SEBUTKAN SPESIFIK] KARYA YANG PALING AKU BANGGAKAN: [2-4 KARYA, MASING-MASING SATU BARIS] YANG AKU MAU MEREKA LAKUKAN: [EMAIL AKU / BOOKING CALL / LIHAT CV-KU] Kalau ada jawaban yang terlalu kabur untuk dijadikan dasar desain, ajukan maksimal tiga pertanyaan tajam, lalu lanjutkan. Berikan: 1. SATU TUGAS. Satu kalimat: untuk siapa situs ini, dan satu aksi yang menjadi alasan situs ini ada. Kalau situsnya mencoba melakukan dua tugas sekaligus, bilang, dan paksa aku memilih. 2. TES REKRUTMEN. Tiga hal yang dicari orang yang sedang memutuskan mau merekrutku atau tidak, dalam lima belas detik pertama. Spesifik untuk bidangku, bukan saran umum. 3. BAGIAN-BAGIAN, SECARA BERURUTAN. Cakup setiap poin di daftar wajib di akhir prompt ini, diurutkan sesuai situasiku. Untuk masing-masing: apa yang harus dibuktikannya, dan kira-kira seberapa besar ruang yang didapatnya. Karya harus tetap dominan — daftar itu batas minimum, bukan undangan untuk mengubur tiga proyek di bawah delapan blok teks. 4. KARYA PEMBUKA. Karya mana yang tampil duluan, dan kenapa urutannya begitu. Kalau salah satu karyaku lebih lemah dari yang lain, suruh aku membuangnya — tiga karya kuat mengalahkan enam karya campur aduk, dan karya terlemah yang menentukan levelku. 5. YANG TIDAK PERLU DIMASUKKAN. Sebutkan hal-hal yang akan menggodaku untuk ditambahkan padahal justru memperburuk: grafik batang skill, paragraf "tentang aku" yang dibuka dengan "Aku seorang ... yang passionate", blog yang isinya cuma dua tulisan, CV yang tidak diminta siapa pun. Jangan basa-basi. Sampaikan hal yang tidak enak didengar tentang rencanaku, jangan cuma mengiyakan. Ketepatan lebih penting daripada menyemangatiku. SETIAP SITUS WAJIB PUNYA SEMUA INI, DAN KEBANYAKAN DRAF PERTAMA KEHILANGAN SEPARUHNYA. Telusuri daftarnya satu per satu dan sebutkan, untuk masing-masing, apa isinya di situs MILIKKU — atau kenapa memang tidak relevan: - HEADER. Nama (kiri atas), tagline satu baris yang menjelaskan ini apa, dan navigasi utama yang melompat ke bagian-bagian di bawahnya. Tanpa ini, pengunjung yang mendarat di tengah halaman tidak tahu sedang berada di mana. - HERO. Ini apa, untuk siapa, dan satu aksi utama — terlihat tanpa perlu scroll. - PENAWARAN. Layanan, produk, atau karya, lengkap dengan harga atau kisaran harga di mana pun ada. - BUKTI. Ulasan, testimoni, sertifikasi, nama klien, atau angka. Kalau aku belum punya sama sekali, bilang terus terang, lalu kasih tahu pengganti jujur apa yang bisa dipakai dan cara mengumpulkan bukti nyata dalam sebulan. Jangan pernah mengarang satu pun. - FAQ. Lima sampai delapan pertanyaan nyata, dijawab lugas. Di sinilah keberatan yang diam-diam membuat orang batal menghubungi dijawab — harga, waktu, "bisa X juga?", dan apa pun yang benar-benar ditanyakan pengunjungku. - TENTANG. Siapa di balik ini, dengan nama dan wajah. Situs tanpa satu manusia pun terasa seperti cangkang kosong. - KONTAK. Nomor telepon dan WhatsApp sebagai link yang bisa diketuk, email, alamat fisik kalau ada, peta atau petunjuk arah, dan jam buka. Hampir separuh calon pembeli meninggalkan situs yang menyembunyikan info kontaknya. - FOOTER. Nama, alamat, telepon, dan jam buka diulang, link media sosial, dan link kebijakan privasi kalau ada sesuatu di halaman yang mengumpulkan data. - DATA TERSTRUKTUR. JSON-LD di dalam head supaya mesin pencari dan asisten AI bisa membaca bisnisnya, bukan cuma kata-katanya: LocalBusiness untuk tempat fisik, Person untuk portofolio, Product atau SoftwareApplication untuk produk, ProfessionalService untuk jasa. Untuk tempat fisik, nama, alamat, dan nomor telepon harus sama persis dengan Profil Bisnis Google-ku. - JUDUL TAB BROWSER. Dimulai dengan nama. Tutup dengan brief satu kalimat di barisnya sendiri, supaya bisa aku tempel ke langkah berikutnya.