Effective Messaging Toolkit
Kebanyakan alat tulis AI mengubah tulisanmu jadi bahasa kantoran yang generik dan kaku, atau bahasa terjemahan yang terasa aneh. Pack ini melakukan kebalikannya: gaya bahasamu, sapaanmu, dan tingkat formalitasmu tetap dijaga, dan yang dibuang hanya ciri-ciri yang membuat tulisan terdengar buatan mesin. Enam prompt untuk pesan-pesan yang biasanya terus ditunda — minta uang, menolak, menindaklanjuti pesan yang tidak dibalas, dan minta maaf tanpa merendahkan diri. Setiap prompt memberimu beberapa opsi lengkap dengan untung-ruginya, jadi kamu yang memilih, bukan asal tempel lalu berharap.
Yang bisa kamu lakukan
Ubah pesan canggung apa pun — minta naik gaji, menagih, minta maaf — jadi tiga versi yang benar-benar bisa kamu kirim, tetap dengan gaya bahasamu sendiri.
Sekali beli. Salin prompt mana pun kapan saja kamu butuh.
Lagi menyusun bundle? Tambah pack lain dan hemat hingga 15%.
Mulai dari sini. Tempel drafmu dan percakapan yang jadi konteksnya. Ia hanya menanyakan satu hal yang kurang, bukan mewawancaraimu panjang lebar, lalu memberimu tiga versi dengan tingkat keterusterangan yang berbeda — lengkap dengan apa taruhannya kalau versi itu diterima dengan salah.
Contoh · Input
Draf: "Selamat siang Pak, mohon maaf mengganggu, izin follow up invoice yang saya kirim bulan lalu ya Pak, ditunggu kabarnya." Dikirim ke klien yang ingin tetap kuajak kerja sama.
Contoh · Output
Tiga versi — Lebih Halus, Lugas, Tegas — masing-masing 50–125 kata dengan catatan satu kalimat soal risikonya, tiga subject line singkat, dan daftar lima baris tentang apa yang diubah dan kenapa.
Jalankan sekali dan simpan hasilnya. Di Cowork dengan folder atau Gmail-mu terhubung, ia membaca 15–30 pesan yang benar-benar pernah kamu kirim lalu menyusun Kartu Gaya Bahasa; di chat, tempel 5–10 pesanmu sendiri sebagai gantinya. Simpan kartunya — semua prompt lain di pack ini jadi lebih bagus begitu kamu punya kartu itu.
Contoh · Input
10 email yang kukirim ke klien bulan lalu, plus satu draf yang terasa terlalu kaku.
Contoh · Output
Kartu Gaya Bahasa satu layar — panjang kalimatmu, cara membuka, cara menutup, kata yang kamu pakai dan yang tidak pernah kamu pakai — plus drafmu yang ditulis ulang supaya sesuai, tanpa ciri-ciri tulisan AI.
Untuk minta naik gaji, menaikkan rate, atau menagih invoice yang belum dibayar. Berikan angka aslimu, dan ia menulis pesannya plus tangga jawaban kalau mereka mengulur, menawar balik, atau menolak.
Contoh · Input
Desainer freelance. Sekarang Rp4.000.000 per proyek, mau jadi Rp5.500.000. Klien sudah 6 kali pakai jasaku. Kalau perlu, aku siap mundur.
Contoh · Output
Pesan yang membingkai angkanya supaya obrolan tetap berjalan, plus tiga balasan lanjutan untuk saat mereka mengulur, menawar balik, dan menolak.
Untuk menolak kerjaan, minta tenggat dimundurkan, atau menolak dimintai tolong. Ia menanyakan apakah kamu ingin mereka merasa dihargai atau benar-benar mengubah sesuatu — keduanya butuh pesan yang berbeda.
Contoh · Input
Atasanku minta aku pegang proyek ketiga. Aku sudah keteteran. Aku tidak bisa menyebut alasan sebenarnya (aku sedang interview di tempat lain).
Contoh · Output
Dua versi — satu dibuka dengan keputusannya, satu dibuka dengan alasannya — dengan catatan kapan masing-masing lebih pas, dan apa yang bisa ditawarkan sebagai gantinya.
Untuk saat pesanmu tidak dibalas. Ia menyusun tangga empat pesan lengkap dengan tanggal kirimnya — tiap pesan lebih pendek dari sebelumnya. Di Cowork dengan Gmail terhubung, ia bisa menemukan thread yang sudah sepi dan membuat draf anak tangga yang tepat untuk masing-masing.
Contoh · Input
Kirim proposal 9 hari lalu ke calon klien yang sudah cukup hangat. Sudah dua kali follow up, belum ada balasan.
Contoh · Output
Empat pesan dengan tanggal kirim — hari ke-3, ke-7, ke-14, dan pesan penutup — masing-masing lebih pendek dari sebelumnya, diakhiri dengan jalan keluar yang mudah.
Untuk saat kamu melakukan kesalahan. Ia cek dulu apakah kamu memang melakukannya — minta maaf untuk hal yang tidak kamu lakukan adalah kesalahan lain yang lebih buruk — lalu menyusun permintaan maaf yang utuh, bukan setengah-setengah.
Contoh · Input
Aku telat empat hari dari deadline klien. Itu salahku. Mereka jadi harus mengundur launching.
Contoh · Output
Permintaan maaf lengkap dengan keenam bagiannya dicentang, jadi kamu bisa melihat apa yang sudah ada dan apa yang terlewat.