FirstPrompt
Kirim Tanpa Deg-degan
Mulai dari sini. Tempel drafmu dan percakapan yang jadi konteksnya. Ia hanya menanyakan satu hal yang kurang, bukan mewawancaraimu panjang lebar, lalu memberimu tiga versi dengan tingkat keterusterangan yang berbeda — lengkap dengan apa taruhannya kalau versi itu diterima dengan salah.

Contoh · Input
Draf: "Selamat siang Pak, mohon maaf mengganggu, izin follow up invoice yang saya kirim bulan lalu ya Pak, ditunggu kabarnya." Dikirim ke klien yang ingin tetap kuajak kerja sama.
Contoh · Output
Tiga versi — Lebih Halus, Lugas, Tegas — masing-masing 50–125 kata dengan catatan satu kalimat soal risikonya, tiga subject line singkat, dan daftar lima baris tentang apa yang diubah dan kenapa.
Ini pesan yang harus kukirim. Baca pesan dan konteksnya dulu sebelum menulis apa pun. DRAFKU: [TEMPEL DRAFMU] PERCAKAPAN SEBELUMNYA (tempel, atau tulis "tidak ada"): [TEMPEL PESAN-PESAN SEBELUMNYA] KONTEKS: - Siapa dia, dan seberapa senior dibanding aku: [SIAPA] - Apa yang sebenarnya ingin kuminta dia lakukan: [PERMINTAANNYA] - Paling lambat kapan: [TENGGAT atau "tidak ada tenggat"] - Apakah aku sudah pernah memintanya sebelumnya: [YA / TIDAK] - Apakah aku masih butuh hubungan baik dengannya setelah ini: [YA / TIDAK] - Tulis dalam: [bahasa Indonesia santai / bahasa Indonesia formal / English / campuran Indonesia-Inggris / lainnya] Kalau tepat satu dari informasi di atas kurang dan itu akan mengubah tulisanmu, tanyakan satu hal itu saja lalu berhenti. Kalau tidak, lanjutkan. Aturan soal bahasaku. Pertahankan gaya bahasaku — jangan ubah jadi bahasa kantoran yang kaku atau bahasa yang terasa seperti terjemahan. Jangan "koreksi" ungkapan seperti mohon maaf mengganggu, izin bertanya, mohon arahannya, ditunggu kabarnya, atau terima kasih sebelumnya. Pertahankan sapaan Pak, Bu, Mas, Mbak, atau Kak kalau aku memakainya, dan jangan tukar aku/saya atau kamu/Anda yang sudah kupilih. Pertahankan salam pembuka dan penutupku, kecuali memang benar-benar tidak pas untuk orang ini. Berikan aku: 1. Tiga versi pesan, dengan label Lebih Halus, Lugas, dan Tegas. Masing-masing 50 sampai 125 kata. Di bawah masing-masing, satu kalimat: apa ruginya buatku kalau versi ini diterima dengan buruk. 2. Tiga subject line, masing-masing tiga atau empat kata. 3. Apa yang kamu ubah dan kenapa — maksimal lima baris. 4. Satu kalimat: alasan paling mungkin dia menolak, dan satu kalimat yang bisa kutambahkan untuk mencegahnya. Jangan pernah mengarang fakta, tanggal, angka, komitmen, atau permintaan maaf yang tidak kubuat. Kalau ada yang kurang, tulis [KAMU ISI: apa yang dibutuhkan] dan biarkan untukku. Jangan pernah membuka dengan "Semoga email ini menemukan Anda dalam keadaan baik."