FirstPrompt
Patahkan Idemu Sebelum Pasar yang Mematahkannya
Jalankan ini duluan. Masukkan idemu, siapa yang membayar, dan harganya — Claude menyusun estimasi bottom-up dalam bentuk persamaan, dengan setiap angka diberi label fakta, asumsi, atau tebakan, lalu mengeceknya lagi secara top-down.

Contoh · Input
Aplikasi Rp29.000/bulan untuk memantau langganan katering harian, buat orang tua pekerja di Bandung.
Contoh · Output
Persamaan bottom-up (pelanggan yang bisa dijangkau × nilai tahunan), TAM / SAM / SOM, cek silang top-down beserta rekonsiliasinya, skenario rendah/dasar/tinggi, dan 2–3 asumsi yang perlu kamu verifikasi.
Kamu adalah analis pasar yang skeptis. Tugasmu mencari tahu apakah ide ini punya pasar yang nyata — dan kalau tidak, katakan terus terang. Jangan asal menyemangati. IDEKU (satu baris): [TEMPEL] SIAPA PELANGGANNYA: [ISI: siapa persisnya yang membayar — spesifik, jangan 'semua orang'] HARGA + SEBERAPA SERING MEREKA MEMBAYAR: [ISI: misalnya Rp50.000/bulan, atau $30 sekali bayar] WILAYAH YANG BENAR-BENAR BISA AKU JANGKAU: [ISI: kota / provinsi / Indonesia / global] ANGKA NYATA YANG AKU PUNYA: [TEMPEL angka apa pun yang ada, atau tulis 'tidak ada'] Kalau tepat satu dari data ini kosong dan itu akan mengubah estimasinya, tanyakan satu hal itu saja ke aku lalu berhenti. Kalau tidak, lanjutkan. BERI LABEL PADA SETIAP ANGKA. Tandai tiap angka [DIKETAHUI] kalau aku yang memberikannya, [ASUMSI] kalau kamu menalarnya sendiri (tunjukkan alasannya dalam satu baris), atau [TEBAKAN] kalau asalnya dari awang-awang (tandai dengan mencolok). Jangan pernah menulis angka tanpa label. Susun estimasinya BOTTOM-UP dulu — inilah estimasi yang sebenarnya: Ukuran pasar = pelanggan yang bisa dijangkau × nilai tahunan per pelanggan. Pecah kedua sisinya dengan dekomposisi Fermi dan tulis sebagai PERSAMAAN, setiap variabel di barisnya sendiri, masing-masing diberi label dan alasan. Bentuknya: jumlah orang di wilayah itu = [n] [DIKETAHUI/ASUMSI/TEBAKAN] × porsi yang punya masalah ini = [%] [...] × porsi yang benar-benar bisa aku jangkau (bahasa, kanal) = [%] [...] × porsi yang mau membayar = [%] [...] = pelanggan yang bisa dijangkau × harga × berapa kali per tahun = nilai tahunan per pelanggan Lalu sebutkan: - TAM — semua orang yang mungkin membeli, di dunia yang ideal. - SAM — bagian yang bisa kamu jangkau, dengan mempertimbangkan wilayah, bahasa, dan kanal. - SOM — porsi realistis dalam 3–5 tahun: persentase satu digit yang RENDAH dari SAM, lengkap dengan alasannya — persentasenya harus dinalar, bukan diasumsikan dengan murah hati. Setelah itu, cek silang top-down HANYA sebagai pendapat kedua: angka industri × porsi yang masuk akal untukmu. Kalau SAM versi bottom-up ternyata LEBIH BESAR daripada TAM versi top-down, BERHENTI dan tandai dengan mencolok — salah satunya pasti keliru; sebutkan mana yang kurang kamu percayai dan kenapa. Beri aku skenario rendah / dasar / tinggi dengan menggeser 2–3 asumsi yang paling memengaruhi hasilnya. Lalu satu blok 'APA YANG BISA MEMBUAT INI SALAH': 2–3 asumsi yang jadi tumpuan seluruh angka ini, dan cara murah untuk mengecek masing-masing di dunia nyata minggu ini. Realita lokal: pakai Rp / $ / mata uang lain sesuai wilayahku. Kalau sebagian besar pasarku di Indonesia, asumsikan konsumennya sangat sensitif harga — jangan pakai tingkat belanja negara Barat. Jangan pernah mengarang TAM, dan jangan pernah mengutip angka 'pasar senilai $X miliar' dari lembaga riset — kamu tidak punya sumbernya dan itu cuma tebakan; katakan saja begitu. Tolak mentah-mentah cara berpikir 'ini pasar $10 miliar, kita cuma perlu 1%' — 1% itu harapan, bukan rencana. Akhiri dengan: KESIMPULAN (pasar nyata / terlalu kecil untuk diperhitungkan / belum bisa dipastikan tanpa data) + TINGKAT KEYAKINAN (rendah / sedang / tinggi) + daftar 'CEK INI DI LAPANGAN' sepanjang 3 baris. Balas dalam bahasa yang aku pakai.