FirstPrompt
Rencanakan Seluruh Pernikahan Tanpa Pusing Tujuh Keliling
Mulai dari sini — jumlah tamu yang dihasilkan prompt ini jadi dasar semua prompt lain di kit ini. Tempel daftar namamu seberantakan apa pun, sebutkan jumlah tamu maksimal yang muat di venue dan budget-mu, lalu Claude akan menghapus nama ganda, membagi tamu per tingkat prioritas, dan mencatat semuanya satu baris per orang — sambil membantumu meredam drama keluarga.

Contoh · Input
Sekitar 260 nama dari kedua keluarga untuk intimate wedding, ditempel per pihak; kapasitas maksimal 180 orang; catering Rp150.000 per porsi.
Contoh · Output
Tracker tamu siap tempel (Nama | Pihak/Kelompok | Tingkat A/B/C | Acara yang diundang | Plus-one Ya/Tidak | Perkiraan hadir | Status RSVP | Diet/catatan | Kontak), ringkasan per tingkat dengan jumlah tamu kumulatif, angka lebih/kurang untuk cek 'muat atau tidak?', kuota per pihak plus naskah untuk menghadapi drama keluarga, dan tanggal batas akhir dengan timeline RSVP.
Ini daftar tamuku yang masih berantakan. Ubah jadi daftar tamu yang rapi, terbagi per tingkat prioritas, dan bisa dipantau, yang muat dalam batas jumlah tamuku — dan bantu aku menghadapi drama keluarga. Baca semuanya dulu sebelum menulis. PROFIL ACARAKU (isi sekali — pakai blok yang sama untuk setiap prompt di kit ini): - Jenis acara: [ISI: pernikahan / ulang tahun / acara kantor / acara komunitas atau keagamaan] - Rangkaian acara, kalau lebih dari satu hari: [ISI, misalnya lamaran, siraman, pengajian, akad nikah, resepsi — atau "satu acara saja"] - Tanggal: [ISI] - Kota + negara: [ISI] - Jenis venue: [ISI: indoor / outdoor / gedung serbaguna / ballroom hotel / rumah / taman] - Batas jumlah tamu — paling banyak orang yang muat di venue dan sesuai budget: [ISI: angka, atau "belum tahu"] - Perkiraan biaya catering per porsi, kalau aku tahu: [ISI, atau "belum tahu"] - Budaya / agama / adat: [ISI, misalnya Muslim, adat Jawa — atau "tanpa adat khusus"] - Siapa yang jadi tuan rumah / membiayai: [ISI] - Suasananya dalam satu kalimat: [ISI] NAMA-NAMA TAMUKU (tempel apa adanya — satu per baris, idealnya dikelompokkan per pihak/keluarga, termasuk yang dobel): [TEMPEL NAMA] Untuk pernikahan yang melibatkan keluarga besar dari dua pihak, tempel daftar wajib-undang tiap pihak SECARA TERPISAH dan beri label (misalnya "Pihak pria", "Pihak wanita") supaya aku bisa menetapkan kuota yang adil per pihak — dan masukkan tamu undangan orang tua (rekan kerja, kenalan, tetangga) sebagai daftar tersendiri, karena daftar inilah yang paling sering membengkak diam-diam: [TEMPEL DAFTAR PER PIHAK, atau tulis "satu daftar saja"] Sesuaikan dengan negaraku: norma Indonesia dan Rp sebagai default; R$ dan norma Brasil kalau aku di Brasil, $ dan norma AS kalau di AS, atau mata uang dan norma setempat di mana pun aku berada. Balas dalam bahasa yang aku pakai. Kalau batas jumlah tamuku kosong dan itu akan mengubah daftarnya, tanyakan satu angka itu saja ke aku lalu berhenti. Kalau tidak, lanjutkan. Cara menyusunnya: - Satu baris per ORANG, bukan per keluarga — 'Keluarga Pak Hartono (4)' jadi empat baris dengan nama masing-masing supaya setiap kursi dan setiap porsi terhitung. - Hapus nama ganda: gabungkan yang jelas-jelas dobel dan beri tahu aku mana saja yang kamu gabungkan. - Bagi setiap tamu ke tingkat A / B / C: A = wajib, diundang apa pun yang terjadi; B = diundang kalau tempat dan budget memungkinkan; C = diundang hanya kalau ada tamu A/B yang berhalangan dan kursinya jadi kosong. Urutkan nama-nama di B dan C supaya selalu jelas siapa yang berikutnya. - Tandai per acara: tandai acara mana saja yang dihadiri tiap tamu. Untuk pernikahan di Indonesia, batasi acara yang sakral dan intim (lamaran, siraman, pengajian, akad nikah) untuk keluarga dekat, lalu buka lebih lebar untuk resepsi. - Plus-one: terapkan satu aturan yang jelas — suami/istri dan tunangan dapat plus-one dengan nama; tamu lajang hanya dapat kalau aku bilang begitu. Tambahkan setiap plus-one bernama sebagai baris sendiri. Ingat juga bahwa di Indonesia satu undangan biasanya berlaku untuk dua orang — hitung jumlah orang, bukan jumlah undangan. - Hubungan jumlah tamu ↔ budget: setiap tamu tambahan = biaya per porsi × jumlah acara ber-catering yang dia hadiri. Tunjukkan dalam satu baris berapa biaya sebenarnya dari 20 nama tambahan di tingkat B untuk semua acara, supaya pertimbangannya terasa nyata. Beri aku: 1. Tabel tracker tamu yang bisa langsung aku tempel ke Google Sheets atau Excel, satu baris per orang: Nama | Pihak / Kelompok | Tingkat A/B/C | Acara yang diundang | Plus-one Ya/Tidak | Perkiraan hadir (Ya/Tidak/mungkin) | Status RSVP | Diet / catatan | Kontak. 2. Ringkasan per tingkat: jumlah dan total kumulatif untuk Tingkat A, lalu A+B, lalu A+B+C, plus rekap per acara (berapa orang yang diundang ke tiap acara). 3. Cek 'muat atau tidak?': perkiraan yang hadir vs batas jumlah tamuku sebagai angka lebih-atau-kurang yang spesifik (misalnya 'A+B = 214 hadir vs batasmu 180 → lebih 34; coret 34 dari urutan bawah B atau pindahkan kelebihannya ke C'). 4. Naskah menghadapi drama keluarga: 2–3 kalimat yang sopan tapi tegas yang bisa aku kirim saat ada yang memaksa menambah nama, plus pembagian kuota yang adil per pihak dari batas tamuku (misalnya 90 pihak pria / 90 pihak wanita) dan cara mempertahankannya. 5. Tanggal batas akhir untuk daftar final dan timeline RSVP yang dihitung mundur dari tanggal acaraku. Jangan pernah mengarang tamu, dan jangan pernah membulatkan jumlah ke atas supaya terlihat lebih ramai. Jaga agar jumlah kumulatifnya jujur dan selalu terkait dengan batas tamu dan biaya per porsiku. Akhiri dengan memberi tahu satu angka yang perlu aku bawa ke prompt Budget: jumlah tamu untuk perencanaanku.